iklan Rkonstruksi pembunuhan Indri Sepiana Putri (14) oleh penyidik Satreskrim Polres Muarojambi.
Rkonstruksi pembunuhan Indri Sepiana Putri (14) oleh penyidik Satreskrim Polres Muarojambi.

JAMBIUPDATE.CO, SENGETI Jangan bang, jangan bang, begitulah rintihan dan kata terakhir dari Indri Sepiana Putri (14), yang tewas di tangan Sopian dan Irwandi. Ini diketahui setelah dilaksanakan rekonstruksi oleh penyidik Satreskrim Polres Muarojambi, Kamis (4/1). Reka ulang dilaksanakan di belakang Mapolres Muarojambi.

Dalam rekonstruksi ini, pelaku memperagakan 56 adegan. Dalam setiap adegan tergambar secara jelas runutan kejadian mulai dari Iwan mencegat Indri hingga nyawa Indri dihabisi oleh kedua tersangka dan dikubur di perkebunan sawit.

Aksi pembunuhan itu terjadi pada adegan 37, 38 dan 39. Tergambar dengan jelas bagaimana mereka menghabisi nyawa Indri dengan kejam. Leher Indri dijerat menggunakan tali tas sekolah Indri. Caranya pun terbilang sadis, usai leher Indri dililit dengan tali tas tersebut, masing - masing mereka memegang ujung tali dan menariknya kearah berlawanan hingga Indri meregang nyawa.

"Indri sempat bilang jangan bang jangan bang," kata Bujang.

Kapolres Muarojambi, AKBP Dedi Kusuma Siregar usai proses rekonstruksi menyebut bahwa proses yang batu dilaksanakan merupakan salah satu penyidikan yang dilakukan untuk membuat perkara pembunuhan tersebut menjadi terang benderang.

"Ini merupakan salah satu bagian dari penyidikan agar kasus ini terang benderang," kata Kapolres. (era)


Berita Terkait



add images